Pengujian Parameter Air Laut Langsung di Tempat (in-situ)

1. pH sesuai SNI 06-6989.11-2004

Cara Uji Derajat Keasaman (pH) dengan menggunakan alat pH Meter adalah sebagai berikut :

1. Metode pengukuran pH berdasarkan pengukuran aktifitas ion hydrogen secara potensiometri/elektrometri dengan menggunakan pH meter.

2. Bahan Larutan Penyangga (buffer) 4, 7 dan 10 yang siap pakai dan tersedia dipasaran, atau dapat juga dibuat dengan cara sebagai berikut :

a. Larutan Penyangga pH 4,004 (25 0C)

Timbang 10,12 gr Kalium Hidrogen Ptalat, KHC8H4O4, larutkan dalam 1000 ml air suling

b. Larutan Penyangga pH 6,863 (25 0C)

Timbang 3,387 gr Kalium Dihidrogen Fosfat, KH2PO4 dan 3,533  gr Dinatrium Hidrogen Fosfat, Na2HPO4, larutkan dalam 1000 ml air suling

c. Larutan Penyangga pH 10,014 (250C)

Timbang 2,092 gr Natrium Hidrogen Karbonat NaHCO3 dan 2,640 gr Natrium Karbonat, Na2CO3, larutkan daam 1000 ml air suling

3. Peralatan

  • pH meter dengan perlengkapannya
  • pengaduk gelas atau magnetic
  • gelas piala 250 ml
  • kertas tissue
  • timbangan analitik
  • thermometer

4. Persiapan Pengujian

  • Kalibrasi pH meter dengan larutan penyangga sesuai instruksi kerja alat setiap kali akan melakukan pengukuran
  • Untuk contoh uji yang mempunyai suhu tinggi, kondisikan contoh uji sampai suhu kamar

5. Prosedur

  • Keringkan dengan kertas tissue selanjutnya bilas elektroda dengan air suling
  • Bilas elektroda dengan contoh uji
  • Celupkan elektroda ke dalam contoh uji sampai pH meter menunjukkan pembacaan yang tetap
  • Catat hasil pembacaan skala atau angka pada tampilan dari pH meter

2. Salinitas

Salinitas diukur dengan elektroda konduktimeter dengan menggunakan larutan kalium klorida, KCl sebagai larutan baku pada suhu 25 0C.

  1. Bahan
  • Air suling dengan DHL < 1 μmhos/cm
  • Larutan baku kalium klorida, KCl 0,01 M

Larutkan 0,7456 g kalium klorida, KCl anhidrat yang sudah dikeringkan pada suhu 110 0C selama 2 jam dengan air suling dan encerkan sampai volume 1000 ml. Larutan ini pada suhu 25 0C mempunyai DHL 1413 μmhos/cm.

  • Larutan baku kalium klorida, KCl 0,1 M

Larutkan 7,4560 g kalium klorida, KCl anhidrat yang sudah dikeringkan pada suhu 110 0C selama 2 jam dengan air suling an encerkan sampai volume 1000 ml. Larutan ini pada suhu 25 0C mempunyai DHL 12900 μmhos/cm.

  • Larutan baku alium klorida, KCl 0,5 M

Larutkan 37,2800 g kalium klorida, KCl anhidrat yang sudah dikeringkan pada suhu 110 0C selama 2 jam dengan air suling dan encerkan sampai volume 1000 ml. Larutan ini pada suhu 25 0C mempunyai DHL 58460 μmhos/cm.

2. Peralatan

  • Timbangan analitik
  • Konduktimeter
  • Labu ukur 1000 ml
  • Thermometer
  • Gelas piala 100 ml

3. Kalibrasi Alat

  • Cuci elektroda dengan larutan KCl 0,01 M sebanyak 3 kali
  • Atur suhu larutan KCl 0,01 M pada suhu 25 0C
  • Celupkan elektroda ke dalam larutan KCl 0,01 M
  • Tekan tombol kalibrasi
  • Atur sampai menunjukkan angka 1413 μmhos/cm (sesuai instruksi kerja alat)

Catatan : apabila DHL contoh uji lebih besar dari 1413 μmhos/cm, lakukan  tahapan pada kalibrasi alat dengan menggunakan larutan baku KCl 0,1 M (DHL = 12900 μmhos/cm) atau KCl 0,5 M (DHL = 58460 μmhos/cm)

4. Prosedur

  • Bilas elektroda dengan contoh uji sebanyak 3 kali
  • Celupkan elektroda ke dalam contoh uji sampai konduktimeter

3. Suhu sesuai SNI 06-6989.23-2005

Air raksa dalam thermometer akan memuai atau menyusut sesuai dengan panas air yang diperiksa, sehingga suhu air dapat dibaca pada skala thermometer (0C).

1. Peralatan

Thermometer air raksa yang mempunyai skala sampai 110 0C

2. Penetapan Contoh Uji

a. Penetapan contoh uji air permukaan

  • Thermometer langsung dicelupkan ke dalam contoh uji biarkan 2 menit sampai dengan 5 menit sampai thermometer menunjukkan nilai yang stabil;
  • Catat pembacaan skala thermometer tanpa mengangkat lebih dahulu thermometer dari air.

b. Penetapan contoh uji air pada kedalaman tertentu

  • Pasang thermometer pada alat pengambil contoh uji;
  • Masukkan alat pengambil contoh uji ke dalam air pada kedalaman tertentu untuk mengambil contoh uji;
  • Tarik alat pengambil contoh uji sampai ke permukaan;
  • Catat skala yang ditunjukkan thermometer sebelum contoh air dikeluarkan dari alat pengambil contoh.

Uji Kualitas Air Laut

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pengambilan sampel air laut adalah :
-Lokasi dan Titik Pengambilan Sampel
-Penentuan Titik dan Lokasi Pengambilan Sampel
-Pengambilan Sampel
-Penyimpanan dan Kadaluarsa Sampel
-Dokumentasi
-Jaminan dan Pengendali Mutu
-Pengiriman Sampel

Pengambilan contoh Uji Air Laut sebagai berikut :
a.Untuk kedalaman 1 (satu) meter di bawah permukaan : Titik samplingnya 0,5 meter di dasar laut
b.Untuk kedalaman di atas 5 (lima) meter diambil 3 (tiga) titik :
– 0,2 x kedalaman
– 0,4 x kedalaman
– 0,8 x kedalaman

Cara-cara pengambilan sampel sebagai berikut :
a. Siapkan alat sampling dan wadah sampel
b. Bilas alat pengambil contoh (sebagai blanko alat)
c. Bilas alat pengambil contoh dengan aquades (sebagai blanko wadah)
d. Bilas alat dengan air yang akan diambil
e. Ambil sampel sesuai dengan peruntukkan analisis, masukkan ke dalam wadah penampung sementara, homogenkan
f. Masukkan sampel ke dalam wadah sesuai peruntukkan analisis
g. Menambahkan pengawet sesuai ketentuan
h. Pelabelan
i. Mengamankan sampel serta wadahnya
j. Pengisian Form Rangkaian Pengamanan Sampel (formulir ini berisi informasi kondisi pengambilan sampel, diisi oleh petugas sampling dan dilengkapi oleh petugas penerima sampel)
k. Pengamanan/penyegelan
l. Catat pada rekaman data lapangan
m. Pembuatan sketsa lokasi (plotkan pada peta)

Membuat SIM C di Kota Kupang

Image
Hello World,

Berikut ini saya membagi pengalaman saya dalam membuat SIM C khususnya wilayah kota Kupang – NTT, sehingga mungkin bs membantu rekan-rekan yg ingin buat SIM jg. Lokasi pembuatan SIM ini terletak di Jl. Nangka , dekat dengan RS. Bhayangkara Kupang. Pelayanan dibuka jam 08.00 pagi, jadi kalau mau spaya tdk antri lama, sebaiknya datang sepagi mungkin. Berikut ini syarat-syarat dan biaya yang diperlukan:

  1. Sebelum ke Loket I (pendaftaran) pastikan anda membawa fotocopi-an KTP dan surat keterangan sehat jasmani dr dokter.
  2. Surat keterangan sehat dapat dibuat di dokter yg sudah ditentukan dr polisi, lokasinya diseberang jalan dari tempat pengurusan SIM , di samping pohon kamboja, ada rumah kecil yg sederhana. Di situ ada petugas yg melayani surat keterangan sehat jasmani (durasi 5 menit, ongkos surat keterangan Rp.20.000).
  3. Surat keterangan sehat tersebut beserta dgn fotocopy KTP diserahkan pada petugas di Loket I, setelah itu petugas mendata…kita menandatangani 4 berkas, (durasi 10 menit, ongkos Rp. 230.000)
  4. Setelah itu kita mengantri untuk difoto dan ambil sidik jari (krn saya dtg jam 9 dan yang ngurus SIM banyak, jd antrinya sekitar 60 menit)
  5. Setelah dipanggil, saya masuk, diambil finger print, tanda tangan, n foto (durasi 10 menit)
  6. Kemudian jadilah SIM C nya

So jadi begitulah proses pembuatan SIM C, saya datang jam 09.00 selesai sekitar 10.30an, total biaya Rp. 250.000

Image

Semoga bisa menjadi bantuan bagi yang membaca

See ya. Jah Bless

 

Chapter 9. Coordination and Response

Stimulus is a change in an organism’s environment which is detected by a receptor
Cell that detect stimuli are called receptor cells

The Eye

• Part of the eye that contains the cell receptor is the retina. Retina is sensitive to light
• The front of the eye is covered by a thin transparent membrane n Called the conjuctiva for protection functions. Conjunctiva is always wet or damp with resultant fluid by the lachrymal glands. Tears contain lysosomes who serves as an antibacterial
• Sclera is a very tough coat Surrounding the eye. Function for protection
• 2 kind receptor cells in the retina:
– Rods = quite sensitive to dim light, but only let you see in black n white
– Cones = give color vision, but only in bright light
• Optic nerve = carry messages to the brain for processing
• Fovea = The part of the retina where the receptor cells are packed most closely together
• Blind Spot = part of the eye the which do not have receptor cells
• Choroid = behind the retinal That is a black layer absorbs all the light after it has been through the retina
• Cornea = is Responsible for most of the bending of the light
• Lens = the make fine adjustment
• 2 kind of muscle in the eyes: suspensory ligaments and ciliary muscle
• Iris = adjust how much Light Enters the Eye
• In the middle of the iris is a space, Called the pupil. The Wider the pupil is, the more light can get through to the retina.
Accommodation = the adjustment in the shape of the lens, to focus light coming from different distances

Coordination

• The part of the body of the which responds to a stimulus is Called an effector. Ex: muscle are effector, if you touch something hot, the contract the muscles in your arm, your hand is so That Quickly Pulled away.
• Most animal (human too) have a central nervous system (Central Nervous System). Central nervous system consists of the Brain (the brain) and Spinal Cord
Sequence of Action – Reaction
Stimulus –> receptors cell –> neuron receptor –> brain –> neuron motor –> effector –> reaction
• Human action can be voluntary or involuntary (motion in humans can be done consciously and unconsciously)

The Endocrine system
Endocrine glands produce hormone. A hormones can be defined as a chemical substance.

A comparison of the nervous and endocrine system in a mammal

Chapter 3. Enzymes [SHS]

Enzymes are protein molecules which can define as biological catalysts
Catalyst speeds up a chemical reaction, but remain unchanged at the end of the reaction.

Enzyme molecules have an active site.
The active site on an enzyme is a region, usually a cleft or depression, to which another molecule or molecules can bind.

How an enzyme works

All enzymes have certain properties
* All enzymes are protein, but not all protein is enzyme. It’s a functional protein not a structural protein
* Enzymes are catalysts, speeds up a chemical reaction, but remain unchanged at the end of the reaction.
* Enzymes are inactivated by high temperatures, this because they are proteins, which are damaged by temperatures above 40’C
* Enzymes work best at a particular pH, most enzymes work best at a pH about 7, this because they are proteins, which are damaged by very acid or very alkaline conditions
* Enzymes are specific, Each type of enzyme will usually act on only one type of substrate molecule. This is because the shape of the active site will only allow one shape of molecule to fit.

Initial rate of reaction
The rate of enzyme controlled reaction is always fastest at the beginning, because at the beginning there are a large number of substrate molecules.

The rate of the reaction will depend on how many enzyme molecules there are, and the speed at which the enzyme can convert the substrate into product, release it, and bind with another substrate molecule.

Initial rate of a reaction increases linearly with enzyme concentration

Initial rate of a reaction also increases linearly with substrate concentration at the beginning but when the enzyme all occupied then it will reach constant

Enzyme inhibitors
Competitive inhibitors
Inhibitors can bind to active site of the enzyme compete with the substrate. If the inhibitors concentration higher than the substrate then the inhibitors win the competition and inhibit the enzyme work vise versa. It is said to be reversible (not permanent) because it can be reserved by increasing the concentration of the substrate.


Non-competitive irreversible inhibition

The inhibitors can permanently bonded with the active site and therefore cause a permanent block to the substrate. No competition occurs as it does not matter how much substrate is present.

Chapter 3. Enzymes [JHS]

Enzymes are protein molecules which can define as biological catalysts
Catalyst speeds up a chemical reaction, but remain unchanged at the end of the reaction.

Enzyme molecules have an active site.
The active site on an enzyme is a region, usually a cleft or depression, to which another molecule or molecules can bind.

How an enzyme works

All enzymes have certain properties
* All enzymes are protein, but not all protein is enzyme. It’s a functional protein not a structural protein
* Enzymes are catalysts, speeds up a chemical reaction, but remain unchanged at the end of the reaction.
* Enzymes are inactivated by high temperatures, this because they are proteins, which are damaged by temperatures above 40’C
* Enzymes work best at a particular pH, most enzymes work best at a pH about 7, this because they are proteins, which are damaged by very acid or very alkaline conditions
* Enzymes are specific, Each type of enzyme will usually act on only one type of substrate molecule. This is because the shape of the active site will only allow one shape of molecule to fit.